Nas Daily Ditolak Masuk Indonesia. Kabar mengejutkan datang dari dunia konten kreator internasional. Nuseir Yassin, sosok di balik kanal populer Nas Daily, di laporkan kembali menghadapi kendala besar saat mencoba berkunjung ke tanah air. Fenomena “Nas Daily di tolak Masuk Indonesia” ini seketika memicu perbincangan hangat di berbagai platform media sosial, mengingat ia memiliki jutaan pengikut setia di Indonesia yang telah lama menantikan kehadirannya untuk mengangkat potensi lokal ke kancah global.

Penolakan ini di duga berkaitan dengan isu administratif dan kebijakan keimigrasian yang cukup ketat bagi pemegang paspor tertentu, mengingat rekam jejak Nuseir sebelumnya yang juga sempat mengalami kendala serupa. Meski banyak penggemar yang menyayangkan kejadian ini, opini publik terbelah antara mereka yang mendukung penegakan aturan kedaulatan negara dan mereka yang berharap adanya kemudahan bagi kreator internasional untuk mempromosikan pariwisata Indonesia.

Alasan Administratif dan Kebijakan Keimigrasian Indonesia

Secara administratif, Indonesia memiliki regulasi yang sangat ketat mengenai pemberian visa bagi warga negara tertentu, terutama bagi negara-negara yang tidak memiliki hubungan bilateral. Nuseir Yassin, pendiri Nas Daily, di ketahui memegang paspor Israel meskipun ia merupakan seorang warga negara Israel keturunan Arab. Mengingat Indonesia tidak memiliki hubungan di plomatik resmi dengan Israel, proses permohonan visa bagi pemegang paspor tersebut tidak mengikuti prosedur standar.

Kebijakan keimigrasian ini merupakan cerminan dari posisi politik luar negeri Indonesia yang konsisten dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Ketiadaan kantor kedutaan besar atau konsulat Israel di Indonesia menyebabkan tidak adanya kanal resmi bagi warga negara Israel untuk memperoleh visa kunjungan secara umum. Oleh karena itu, hambatan yang di hadapi tokoh publik seperti Nuseir Yassin bukan sekadar masalah teknis dokumen. Melainkan perwujudan dari kebijakan afirmatif pemerintah Indonesia dalam menjaga kedaulatan.

Status Hubungan di plomatik dan Calling Visa

Ketidakhadiran hubungan di plomatik antara Jakarta dan Tel Aviv menjadi hambatan utama. Warga negara dari negara-negara yang tidak memiliki hubungan di plomatik dengan Indonesia biasanya harus melewati proses yang di sebut dengan Calling Visa. Proses ini melibatkan pemeriksaan mendalam oleh tim koordinasi yang terdiri dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, hingga Badan Intelijen Negara (BIN).

Kontroversi Masa Lalu dan Sentimen Publik

Selain masalah paspor, rekam jejak konten Nas Daily juga sering kali memicu perdebatan di kawasan Asia Tenggara. Sebelumnya, ia sempat tersandung masalah hukum dan etika di Filipina terkait kursus akademi miliknya. Hal ini di duga turut memengaruhi penilaian otoritas Indonesia dalam memberikan izin masuk. Publik Indonesia yang sangat vokal terhadap isu Palestina juga menjadi faktor sosiopolitik yang tidak bisa di abaikan oleh pemerintah.

Baca Juga : Prathama Gilang Dokter Sekaligus Food Vlogger

Penolakan Masuk Nuseir Yassin ‘Nas Daily’ ke Indonesia

Kejadian ini bermula ketika Nuseir Yassin, konten kreator di balik saluran Nas Daily. Berencana melakukan rangkaian syuting konten positif tentang keberagaman budaya dan keindahan alam Indonesia guna di perkenalkan kepada audiens globalnya. Meskipun ia telah berupaya menempuh jalur resmi melalui proses aplikasi di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura. Permohonan visanya secara mengejutkan tidak di kabulkan oleh pihak berwenang.

Berdasarkan informasi yang beredar, penolakan ini berkaitan erat dengan kebijakan keimigrasian Indonesia yang sangat ketat terhadap pemegang paspor Israel. Negara yang tidak memiliki hubungan di plomatik resmi dengan Jakarta. Meski Yassin sempat menjelaskan bahwa niat kunjungannya murni untuk tujuan pariwisata dan pembuatan konten kreatif, status kewarganegaraannya menjadi kendala administratif utama yang tidak dapat di negosiasikan.

Persoalan Paspor Israel dan Hubungan Diplomatik

Penyebab utama dari masalah ini adalah status kewarganegaraan Nuseir Yassin. Walaupun ia mengidentifikasi dirinya sebagai seorang Arab-Israel, paspor Israel yang ia miliki menjadi kendala teknis yang signifikan. Sebagaimana di ketahui, Indonesia tidak memiliki hubungan di plomatik resmi dengan Israel. Oleh karena itu, pemegang paspor tersebut memerlukan calling visa yang prosesnya sangat selektif dan ketat.

Nas Daily Berupaya Menggunakan Paspor Negara Lain

Banyak spekulasi menyebutkan bahwa Nas Daily mencoba menggunakan paspor dari negara lain untuk mempermudah akses masuk. Namun, sistem imigrasi Indonesia telah di perkuat dengan database yang mampu mengidentifikasi riwayat perjalanan dan latar belakang pemohon secara mendalam. Meskipun ia memiliki niat baik untuk mempromosikan Indonesia, aturan hukum yang berlaku tetap harus di tegakkan tanpa pengecualian.

Reaksi Nas Daily Terhadap Penolakan Tersebut

Nuseir Yassin, sosok di balik konten populer Nas Daily. Sempat mengungkapkan kekecewaannya secara terbuka melalui akun media sosial pribadinya setelah permohonan visanya di tolak. Ia merasa bahwa pembatasan tersebut menjadi penghalang besar bagi misinya untuk menyatukan dunia melalui narasi visual yang inspiratif. Menurutnya, konten yang ingin ia buat justru bertujuan untuk menunjukkan keindahan alam, keramaian budaya, dan sisi positif masyarakat Indonesia kepada audiens global.

Lebih lanjut, Yassin menekankan bahwa penolakan tersebut merupakan sebuah kesempatan yang terbuang untuk memperkuat citra pariwisata Indonesia di kancah internasional. Ia berpendapat bahwa di era digital saat ini, keterbukaan terhadap kreator konten lintas negara adalah kunci untuk membangun jembatan pemahaman antarbudaya. Meskipun merasa frustrasi karena gagal menginjakkan kaki di tanah air secara resmi pada saat itu.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *