Vincent Raditya Pilot Vlogger Kena Sanksi. Kabar mengejutkan datang dari dunia penerbangan dan jagat maya Indonesia. Vincent Raditya, kapten pilot yang juga di kenal sebagai YouTuber sukses dengan jutaan pengikut, resmi di jatuhi sanksi berat oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).</span> Sanksi ini berupa pencabutan lisensi terbang untuk pesawat single engine setelah di temukan adanya pelanggaran serius dalam salah satu konten videonya.
Kasus ini bermula ketika Vincent mengunggah video yang menampilkan aksi zero gravity saat menerbangkan pesawat Cessna 172. Dalam video tersebut, Vincent membawa beberapa figur publik dan melakukan manuver ekstrem yang membuat penumpang melayang di dalam kabin. Meski di anggap menghibur bagi sebagian netizen, otoritas penerbangan melihat hal ini dari sudut pandang yang sangat berbeda, yakni keselamatan nyawa.
Pelanggaran Prosedur Keselamatan Penerbangan
Penyelidikan mendalam telah di lakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara setelah video tersebut viral di media sosial. Berdasarkan hasil investigasi, Vincent Raditya terbukti melakukan beberapa poin pelanggaran yang di anggap fatal dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) penerbangan sipil. Salah satu temuan utama adalah tindakan membawa penumpang di kursi kokpit sebelah kanan (co-pilot) yang tidak memiliki kualifikasi atau izin resmi, serta sengaja melakukan manuver ekstrem zero gravity (G-Force rendah) tanpa adanya mandat pelatihan atau kepentingan darurat.
Lebih lanjut, otoritas penerbangan menekankan bahwa tindakan tersebut di lakukan tanpa adanya pengarahan keselamatan (safety briefing) yang memadai bagi penumpang di dalam pesawat Cessna 172 tersebut. Pelanggaran ini di nilai membahayakan nyawa penumpang dan mengabaikan prinsip utama keselamatan udara yang di atur dalam Civil Aviation Safety Regulations (CASR). Sebagai konsekuensi langsung dari rangkaian investigasi ini, Kementerian Perhubungan secara resmi mencabut lisensi terbang single engine milik sang pilot guna menjamin penegakan aturan dan memberikan efek jera bagi praktisi penerbangan lainnya.
Penggunaan Sabuk Pengaman dan Kendali Kemudi
Salah satu poin utama yang menjadi sorotan adalah pembiaran penumpang untuk tidak mengenakan sabuk pengaman (shoulder harness) pada saat manuver di lakukan. Dalam aturan penerbangan internasional maupun domestik, sabuk pengaman adalah hal yang bersifat wajib dan non-negosiasi demi keselamatan kru dan penumpang. Selain itu, Vincent di ketahui memberikan kendali pesawat kepada orang yang tidak berwenang atau tidak memiliki lisensi pilot saat pesawat tengah mengudara. Tindakan ini di nilai membahayakan karena kontrol pesawat harus selalu berada di tangan personil yang terkualifikasi.
Pelaksanaan Manuver Zero Gravity di Pesawat Sipil
Manuver zero gravity atau G-Force negatif sebenarnya boleh di lakukan, namun terdapat regulasi ketat mengenai jenis pesawat dan peruntukannya. Pesawat Cessna 172 yang di gunakan oleh Vincent bukanlah pesawat kategori akrobatik yang di rancang untuk menerima beban tekanan ekstrem secara berulang. Tindakan melakukan manuver tersebut pada pesawat kategori umum di anggap sebagai bentuk pengabaian terhadap limitasi teknis pesawat. Kemenhub menegaskan bahwa setiap pilot harus mematuhi batasan operasional yang tertera dalam Pilot Operating Handbook (POH).
Baca Juga : Makan Hewan Beracun Vlogger Tewas Live
Pengaruh Sanksi Terhadap Karier Vincent Raditya
Sanksi ini tentu memberikan dampak signifikan bagi karier Vincent Raditya. Sebagai seorang profesional yang menggantungkan hidupnya di dunia aviasi, kehilangan lisensi terbang—meskipun untuk jenis pesawat tertentu—adalah hantaman besar bagi reputasinya. Dalam industri yang mengutamakan keselamatan dan kepatuhan ketat terhadap prosedur, pencabutan izin tersebut bukan sekadar kendala administratif. Melainkan sebuah noda pada catatan profesionalnya yang dapat memengaruhi kepercayaan maskapai maupun otoritas penerbangan di masa depan.
Di sisi lain, dampak ini juga merambah ke ranah digital yang telah membesarkan namanya. Sebagai seorang influencer aviasi, kredibilitas Vincent sangat bergantung pada statusnya sebagai pilot aktif yang kompeten. Ketika otoritas memberikan teguran keras, narasi “edukasi” yang sering ia usung dalam kontennya pun mulai dipertanyakan oleh publik. Kini, ia di hadapkan pada tantangan besar untuk membangun kembali citra dirinya, tidak hanya sebagai seorang penerbang. Tetapi juga sebagai figur publik yang harus lebih bijak dalam menyeimbangkan antara tuntutan konten hiburan dengan regulasi keselamatan yang kaku.
Kehilangan Hak Terbang Pesawat Single Engine
Perlu di klarifikasi bahwa sanksi yang di jatuhkan secara spesifik menyasar pada lisensi untuk pesawat bermesin tunggal (single engine). Hal ini berarti Vincent tidak lagi di izinkan untuk menerbangkan pesawat pribadinya yang sering muncul dalam konten YouTube miliknya. Namun, status lisensi untuk pesawat komersial besar biasanya mengikuti regulasi yang berbeda dari maskapai tempatnya bekerja, meski tetap berada di bawah pengawasan ketat pemerintah.
Tanggapan Vincent Raditya di Media Sosial
Melalui kanal pribadinya, Vincent Raditya memberikan respon yang cukup tenang namun menyiratkan kekecewaan. Ia menyatakan bahwa dirinya menerima keputusan tersebut dengan lapang dada. Vincent juga menegaskan bahwa tanpa pesawat pun, ia akan tetap berusaha menciptakan konten yang bermanfaat bagi para pengikutnya. Dukungan dari para penggemar terus mengalir, namun kritik tajam dari komunitas aviasi juga tidak kalah kencangnya. Banyak pihak menilai bahwa langkah Kemenhub sudah tepat demi menjaga marwah dan keselamatan dunia penerbangan Indonesia.
Pelajaran Penting bagi Vincent Raditya sebagai Kreator Konten
Kasus Vincent Raditya Pilot Vlogger kena sanksi ini menjadi pengingat keras bagi para profesional yang juga aktif sebagai konten kreator. Setiap profesi yang memiliki kode etik dan regulasi hukum yang ketat tidak bisa di campuradukkan begitu saja dengan kebutuhan hiburan di media sosial. Keselamatan publik tidak boleh di korbankan demi jumlah penonton (views) atau pengikut (followers) yang banyak.
Regulator penerbangan berharap agar kejadian ini menjadi pembelajaran bagi pilot-pilot lain di Indonesia. Integritas seorang pilot di uji bukan hanya saat menerbangkan pesawat komersial berbadan besar. Tetapi juga saat mengoperasikan pesawat kecil untuk kepentingan pribadi. Aturan di buat untuk di patuhi demi memastikan setiap penerbangan berakhir dengan aman dan selamat.


Tinggalkan Balasan