Ziva Magnolya Dan Ainun Belajar Latte Art. Momen menarik tertangkap kamera ketika dua penyanyi muda berbakat Indonesia, Ziva Magnolya dan Ainun, memutuskan untuk mengeksplorasi dunia barista. Tidak hanya piawai dalam mengolah vokal di atas panggung, keduanya kini mencoba mengasah keterampilan tangan mereka dalam meracik kopi, khususnya dalam seni membuat latte art. Kegiatan ini di lakukan di sebuah kedai kopi ternama di Jakarta, di mana mereka di pandu oleh barista profesional untuk memahami dasar-dasar pembuatan pola di atas permukaan kopi.

Keseruan bermula saat Ziva dan Ainun mengenakan apron barista dengan penuh semangat. Bagi mereka, kopi bukan sekadar minuman penambah energi sebelum manggung, melainkan sebuah karya seni yang memiliki estetika tinggi. Proses pembelajaran ini pun tidak semudah yang di bayangkan, karena di butuhkan ketenangan serta kontrol tangan yang sangat stabil agar susu dapat membentuk pola yang di inginkan.

Teknik Dasar Latte Art Pemula Ala Ziva Magnolya

Sebelum melangkah ke tahap pembuatan pola yang rumit, Ziva dan Ainun terlebih dahulu di perkenalkan pada teknik dasar frothing susu. Tekstur susu merupakan elemen paling krusial dalam pembuatan latte art karena menentukan keberhasilan visual maupun rasa. Susu harus di panaskan hingga mencapai suhu ideal, sekitar 60°C hingga 65°C, guna menghasilkan microfoam yang halus dan mengkilap. 

Setelah mendapatkan tekstur microfoam yang menyerupai cat basah, langkah selanjutnya adalah menguasai teknik penuangan atau pouring. Ziva dan Ainun belajar bahwa ketinggian dan kecepatan kucuran susu ke dalam cangkir kopi sangat memengaruhi cara motif terbentuk di atas krema. Penuangan di mulai dari posisi agak tinggi untuk mencampur susu dengan kopi, lalu di turunkan mendekati permukaan saat ingin memunculkan pola putih yang kontras.

Menjaga Stabilitas Suhu dan Tekstur Susu

Barista pendamping menjelaskan bahwa suhu ideal untuk steaming susu berada di kisaran 60 hingga 65 derajat Celsius. Jika suhu terlalu panas, rasa manis alami dari susu akan hilang, sedangkan jika terlalu dingin, busa tidak akan terbentuk dengan sempurna. Ziva terlihat sangat teliti saat memegang milk jug, mencoba merasakan getaran mesin uap yang masuk ke dalam cairan putih tersebut. Setelah proses steaming selesai, langkah berikutnya adalah teknik pouring atau penuangan. 

Ziva Magnolya Belajar Pola Dasar Heart dan Rosetta

Ada dua pola dasar yang di pelajari oleh kedua penyanyi ini, yaitu pola hati (heart) dan daun (rosetta). Pola hati di anggap sebagai fondasi utama bagi setiap barista pemula. Ziva sempat mengalami kegagalan pada percobaan pertama karena aliran susu yang terlalu deras, sehingga pola yang di hasilkan justru terlihat abstrak. Meskipun demikian, tawa pecah di antara mereka saat melihat hasil karya masing-masing. Ainun berhasil membuat pola hati yang cukup simetris pada percobaan ketiga. 

Baca Juga : Tips Kulit Bebas Jerawat ala Model Pria

Tangtangan Ziva Magnolya dan Ainun Jadi Barista Sehari

Aktivitas belajar latte art ini ternyata memberikan tekanan tersendiri bagi Ziva Magnolya. Dirinya mengaku bahwa menjaga konsentrasi saat menuangkan susu jauh lebih mendebarkan di bandingkan saat menghadapi ribuan penonton di konser. Fokus yang tinggi di perlukan agar gerakan tangan selaras dengan volume susu yang keluar dari corong jug.

Keduanya juga belajar mengenai pentingnya pemilihan biji kopi yang berkualitas. Kopi yang digunakan harus memiliki krema yang tebal agar pola latte art dapat mengapung dengan jelas dan tahan lama. Hal ini menambah wawasan mereka mengenai industri kopi yang kini semakin berkembang pesat di tanah air.

Interaksi Hangat dengan Penggemar di Kedai Kopi

Kehadiran Ziva dan Ainun di kedai kopi tersebut tentu menarik perhatian para pengunjung. Beberapa penggemar yang kebetulan berada di lokasi merasa antusias melihat idola mereka sedang sibuk di balik meja bar. Ziva dengan ramah menyapa para pengunjung, bahkan sempat menawarkan hasil eksperimen kopinya kepada salah satu pelanggan yang beruntung. Kegiatan seperti ini di anggap sebagai cara yang efektif bagi publik figur untuk melepas penat dari jadwal yang padat. 

Pentingnya Detail dalam Setiap Tetesan Kopi

Melalui sesi belajar ini, pelajaran berharga mengenai ketelitian di ambil oleh keduanya. Dalam pembuatan latte art, setiap detik penuangan sangat menentukan hasil akhir. Jika posisi cangkir sedikit miring atau jarak penuangan terlalu tinggi, maka pola akan tenggelam ke dasar kopi. Kedisiplinan dalam mengikuti instruksi barista menjadi kunci keberhasilan mereka dalam menyelesaikan tantangan hari itu. Acara belajar latte art ini di akhiri dengan sesi foto bersama hasil karya masing-masing. Walaupun hasilnya belum sesempurna barista profesional.

Pentingnya Konsistensi dalam Menguasai Keterampilan Baru

Meskipun sesi belajar ini hanya berlangsung beberapa jam, baik Ziva maupun Ainun menyadari bahwa penguasaan Latte Art membutuhkan konsistensi yang tinggi. Sama halnya dengan berlatih vokal, otot-otot tangan perlu di latih agar terbiasa dengan gerakan-gerakan mikro yang di perlukan.

Instruksi yang di berikan oleh barista profesional selama sesi tersebut sangat menekankan pada aspek kesabaran. Sebuah pola heart yang sempurna tidak akan tercipta dalam sekali percobaan. Ziva sempat bercanda bahwa ia mungkin perlu menyediakan ratusan liter susu di rumahnya jika ingin benar-benar mahir seperti barista profesional.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *